|
Usah melenguh dalam sesalan takdir Tangis, airmata yang keluar takkan ada artinya Bagimu, bagi orang yang melihatmu. Ah! mereka memang hanya ingin menonton penderitaan Rekahan tanah, tak sempat mereka artikan duka. Buktinya..? Mereka berbondong-bondong melihatmu sebagai pesakitan yang menunggu palu hakim. Tetapi bukan karena itu engkau tegar bukan? Engkau yang ditakdirkan lahir ditanah jawa siap "nedho nrimo ing pandum" membangun jiwamu kuat di gemulainya kebiasaan. Aku tahu, itu bagian dari sebabnya. Wahai saudaraku, himpitan coba, tak membuat puruk Iman satu kata, bukti nyata Bahwa engkau mampu bangkit bergerak dan terus bergerak! Dan bukan puruk yang tersisa Bangkit! Bangkit! Bangkit! Yakinlah Allah bersamamu. toek saudaraku di tanah gempa ketintang, 2 juni |
| Leave a Comment: |