Entry: Bukan Puruk Saturday, June 10, 2006



Teguhlah bila engkau ingin teguh,
Usah melenguh dalam sesalan takdir
Tangis, airmata yang keluar takkan ada artinya
Bagimu, bagi orang yang melihatmu.

Ah! mereka memang hanya ingin menonton penderitaan
Rekahan tanah, tak sempat mereka artikan duka.
Buktinya..?
Mereka berbondong-bondong melihatmu
sebagai pesakitan yang menunggu palu hakim.

Tetapi bukan karena itu engkau tegar bukan?
Engkau yang ditakdirkan lahir ditanah jawa
siap "nedho nrimo ing pandum"
membangun jiwamu kuat di gemulainya kebiasaan.
Aku tahu, itu bagian dari sebabnya.

Wahai saudaraku,
himpitan coba, tak membuat puruk
Iman satu kata, bukti nyata

Bahwa engkau mampu bangkit
bergerak dan terus bergerak!
Dan bukan puruk yang tersisa

Bangkit! Bangkit! Bangkit!
Yakinlah Allah bersamamu.

toek saudaraku di tanah gempa
ketintang, 2 juni

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments