Jinsei ga Utsukushiii
 



.....barangsiapa yang melalui jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan melewatkannya pada satu jalan dari jalan-jalan ke surga....HR Ahmad

   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



komunitas muslim blogger



nengok cerita bro and sist:

Abhiray
Achdaf
aridaistiarti
Alif
Arul
arjit
Adiono
Aann
alfa
Aal
rahman
Ay
Assa
Ayunda
Ayyesha
Bidadari mungil
benny
calie
dee! alias cyberdee
Denny
Dina
Dini
elah
edhipur
Faid
gaw
Honey
Hanum
Hany
Hyoutan
IdE
chandra
iman
Ime
Ivandinita
Kangmas Anom
kean
Kenzo
arie
linda
Muhandis
Mpit
Mursyd am
Mr^x
chik
oyo
renny
ryka
Rita
rommy
septina
Sistha
sinai
tyo
Unotlon
ummunida
ummuthoriq
uNisA
Verry
Yentri
Yusi
Berita Islam terkini
Boemi-Islam
Indonesia Muslim Bloger



Tentang Diriku

Namaku Arida Istiarti, arek jawa timur. kerjaan ngajar di smu islam punya Yayasan Pendidikan Ma'arif Sepanjang Sidoarjo East Java. saat ini sedang dapat rejeki belajar ke negeri Momiji tepatnya di Tokyo University of Foreign Studies. Bu guru lagi mimpi di jepun he he. mudahan barakah setiap langkah.

Keinginan hati yang terpendam adalah jadi bidadari bumi sebelum surga. Juga pengin bisa apa saja biar dapat manfaat bagi ummat. hingga kayak rasulullah yang insyaAllah tidak pernah berkata "tidak" bila ada yg minta tolong padanya. Ketinggian enggak keinginanku?? semoga Allah mengabulkan amiin

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

Friday, May 05, 2006
Panggil Aku..RiT

Apalah arti sebuah nama, dan terserah kau mau panggil apa. Tapi setelah kurasa sekian lama, entah kenapa aku merasa ada yang berbeda bila ada teman memanggiku 'Rit'. Ketimbang memanggil Arida, Rida atau Ida..tapi mu protes gimana? sejak aku sekolah jauh dari jangkauan rumah, semua berubah. Aku merasa asing denganku sendiri. Tak ada lagi atmosfer rumah dalam diriku, kecuali tentu saat aku bertemu orang-orang rumah tercinta atau sodara atau sohib akrab. Bagaimana ya supaya mereka tahu nama kecilku? Sementara nama lengkapku dah tertera jelas, ARIDA ISTIARTI. Aku lebih suka dipanggil Rit... Saat di Tokyo ada dua yang manggil aku RiT, Mbk Ina sama Teh Gilang..Duh rasanya sueneeeeng bangeet. Rasa keluarga he he. Tapi walau gimana aku mesti menghargai teman yang gak thu aku suka dipanggil RiT.

Posted at 09:15 pm by sausanarida
Comment (1)  

Monday, April 17, 2006
Samber ajaaaaa

Amanah! apa yang mesti dihindari? Kalo kamu mampuuuu! apa yang mesti ditakutii kalo kamu bisaaaa! jangan mundur walau selangkaah! sambeeer aja! gubrag.com deh! akhirnya kerjaanku nambah, aku jadi guru playgroup juga... tahu deh. semakin lama aku semakin gak jelas.. kemana mesti melangkah.

Posted at 09:33 pm by sausanarida
Make a comment  

Thursday, March 09, 2006
Seputar Bunkasai dah!

Aku tiba di Pare setelah muter2 mencari SMA 2 Negeri, tempat diselengarkan Bunkasai SMA. Jam 8.00 Persis berhenti di depan aula.Segera aku daftarkan anak-anak, kemudian jalan2 buat survey tempat lomba. Maklum anak2ku sudah nervous duluan sebelum tanding. Apalagi semua mendapat jatah undian no 1. Susahnya lagi semua minta dikawal saat lomba agar bisa pede. Olala! Anakku kumat manjanya. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, selain bilang ya! Sambil mengangguk-anggukan kepala. Aku bisa merasakan debaran hati mereka. Siapa yang gak nervous? Lha wong mereka ada yang comotan dadakan karena temanya sakit serta mengundurkan diri karena takut aku ikutkan lomba he he. Yah, terpaksalah kita berangkat tanpa senjata. Mungkin hanya senjata asal ikut meriahkan acara deh! Beres! Dasar gurunya pengin dolan.

Dan menyusuri kelas demi kelas yang akan dijadikan ajang lomba Rodoku,Kikitori, shodo sedikit bisa meurunkan ketegangan. Anak-anak akhirnya syik makan takoyaki palsu, okonomiyaki ajaib bentuknya,juga gembira melihat-lihat stand-stand pameran dari berbagai universitas dan lembaga bahasa. Mata mereka berbinar saat bercerita "Sensei, aku tadi praktek sama anak UNESA..kore ha ikura desuka? terus mereka jawab.. " Aku juga! seru yang lainnya. "Aku tadi coba omong2 pakai bahasa jepang.. seneng yaa? "Aku melihat mereka sambil tersenyum. Saat lomba dimulai semua pada unjuk rasa. Meski akhirnya kuputuskan mendampingi anak yang ikut lomba rodoku. Shodo tak perlu dikawal,lombanya rame2, kikitori jelas gak bisa masuk. Lomba kanji cup masih jam 13.00. tapi yang namanya anak edang lomba, sebagai guru aku tak bisa tenang. Disamping ada pesenan Bu Kepala sekolah buat ambil foto mereka saat lomba, aku juga ikut cemas dengan ketidak pedean mereka menghadapi sekian banyak 'musuh' mereka. Akupun berlari dari ruang lomba satu ke ruang lomba lain. dan tanpa kusadari itu sepatu sandalku jebol he he. waduh malu atii bin malu wajah, jadi satu deh. Campur kayak rujak ulek kecampuran nanas, tomat dan lain-lain. Aku berjalan pelan-pelan agar tidak diketahui orang-orang kalau sandalku jebol mangap-mangap. Tetapi aduuh! Ketemu Bu Ina!! Aku pelan berjalan menuju Bu Ina, segera kucium tangan beliau dan berbasa-basi sejenak. Aku kemudian digandeng dikenalkan teman-teman beliau angkatan jaman bahula.. Duh! gak ada yang kukenal. Perlahan tapi pasti aku mengundurkan diri dari arena , sambil menyeret sandalku. Hi hi...

Setelah itu aku menuju Laboratorium bahasa, tempat diselenggarakan lomba rodoku. Anakku pucat pasi di dalam, dia betul-betul nervous. Segera kuambil foto aksi terindahnya dan keluar. gagal. Dia kalah, tapi mengapa setidaknya dia tahu bagaimana belajar menghadapi dirinya sendiri dan keadaan saat lomba. sehingga tahun depan bisa lebih siap mengikuti lomba brikutnya.

Usai lomba, aku pinjam sepatu ABG anakku, kemudian berlari mencari toko sandal. YUp! Setelah berjalan hanpir 20 menitan aku menemukan tenpat itu, segera mencomot sepasang, kupakai dan berlalu dengan hati lega. sandal kumasukkan tas plastik hitam. Siang, aku muter2 mencari anak-anak dari ruang ke ruang, dari stand ke stand, ditengah jalan ketemu dengan Mbak penggede UNITOMO. "Hai Da.. mana bukumu? Teriaknya "Ha ha.. di Gramed Mbak.. saya mau nyoba bekenkan diri dijalur ini!"kataku "Sampeyan kan sudah beken di jalur penggede he he! "Hey kamu masuk di koran yaa..? "Ya he he.. itu mah bukan aku! tapi Kurihara sensei! dan bla bla..tahu juga si Mbak aku di muat di koran jawa pos. "Sudah yaa, mau sholat!"

Ternyata tidak jadi sholat dan makan, anakku 'ucul' embuh kemana? Sampai lomba kanji cup yang layar screennya gede tergantung di aula,aku masih asyiik mendampingi anak-anak didalam. Menyemangati mereka.LCD error setelah diuatk-utik tetap saja gak bisa. Dan akhirnya lomba diteruskan dengan mengunakan laptop saja. Samapi di sini aku sudah gak yakin anak-anak bakal bisa menuju titik akhir lomba. Karena tulisan yang lumayan gak jelas terbaca. dan betul juga, mereka jatuh di babak ini. Kecewa pasti, wajah mereka menyesal karena salah menjawab. Kamipun pulang segera. satu pelajaran yang kudapat " sukses itu tidak bisa didapat gratis, tetapi kredit.." Semoga anak-anak paham bahwa mereka juga harus bersungguh-sungguh bila ingin meraih yang terbaik.

 


Posted at 07:45 pm by sausanarida
Comment (1)  

Saturday, March 04, 2006
Sajak Pengantin Dakwah

Satu episode adalah babak,
Dimana rangkaian cerita ada,
Dan satu kisah adalah bagian,
Di situlah menjelma

Jelmaan rasa kan terjembatani,
Pada sisi yang telah terang kan terukir,
Prasasti itu adalah milikmu,
Telah tertambat tulisannya di atas
Karna itu catatan takdirmu

Dan dakwah merupakan jalan
Bagi pejuangnya tuk terus melangkah,
Kata penat mungkin biasa,
keluar dari letih menggelora,
Ketika penat adalah saat henti sejenak
Pada suatu kisah pertemuan
Mengapa harus ragu.

Di sinilah awal,
Di sinilah mula,
Dari deretan panjang perjuangan
Maka, seharusnya sebelah tangan bisa membuat tepuk
Karna sebelah tlah ditemukan.

Wahai pengantin dakwah!
Energimu kian bertambah,
Semestinya dakwah punya bagian tambah
Usah surut kau melangkah!
Kami nanti kiprahmu!

Maret 04, seiring musim semi
Tuk adikku Lintang " Barakallahulaka wa baraka alaika wa jama'a bainakuma fii khoir" amiin

Posted at 07:16 pm by sausanarida
Make a comment  

Friday, March 03, 2006
Padamu, tentang satu kematian

Hari ini setahun lalu adalah kisah sebuah kematian. Sahabat atau seseorang yang pernah bersemayam dalam jiwa karna banyak sekali rasa yang dirasa. Bisa juga teman, ketika orang lain mengatakan aku hanya sepenggal jalan mengenalnya. Ah. sudahlah. Tak penting. namu satu peristiwa yang begitu buatku mencucurkan airmata selalu saat aku bicara tentangnya. Sahabatku dan kematianya. Tragis, tapi bukan bunuh diri! Sekalilagi bukan bunuh diri. 

Pedih, saat banyak orang mengira dia, pergi dari dunia ini karna sebuah keputus-asaan manusia. Meski Jepang adalah juga negeri harakiri, tapi bukan dia yang harakiri. Dia muslimah yang sedang mendalami agamanya, sedang mencari jalan terbaik buat hidupnya.

Seorang gadis cantik, berkulit bersih, berhati baik, ringan tangan, senyum tak lepas dari sunggingan bibirnya, berlalu dalam hidup fana ini.  Meninggalkan sejuta tanya kenapa dan mengapa?????? Tidak! Aku tetap yakin dia kecelakaan atau seseorang mencelakakan dia. Aku mengenalnya, dalam hatiku.

Sahabat disurga..., smoga ada banyak pembelajaran dari mu, dan setiap sisi kisahmu adalah hikmah yang bisa membuka mata manusia, bahwa hidup hanya sementara dan terbatas.

Mudahan Rabb kita mengampuni dan memberimu jalan kepadaNya. amiin

 


Posted at 04:47 pm by sausanarida
Make a comment  

Saturday, February 11, 2006
Decision

Angin, mendung, hujan...mengiringi sebuah keputusanku.
Aku tidak maju...
tak ingin pula stagnan dalam diam diantara gemuruh derai air melibas dedaunan.
Tiada yang salah, dan memang harus diambil hikmah.
seperti janjiNya semua pasti ada masanya..
seperti janjiNya..
tiada menyesal bila semua langkah diadukan padaNya
tiada menyesal bila keputusan pilihan di ajukan padaNya

Kini kuminta segala kemaafan
pula segala kerelaan
bahwa ketika segala kekuatan diri
menyurut
mungkinkah bagian takdir?
mungkinkah pula jawaban keputusan Sang Pemberi Takdir?

yang aku hambaNya hanya bisa menjalani?

(aku, saat memutuskan ikut cpns luar kota..hiks..hiks)

Posted at 07:00 pm by sausanarida
Comment (1)  

Ayamari

tatoe...
iwanakutemo yoi toitte,
moshikashitemo...
iwanakutemo ii datte,
koredake iikamo..
kedo...
atashiniwa daijobu..
minawa?
nantoka iwareba iinjane?
maa ningen dakara saa..

 


Posted at 06:45 pm by sausanarida
Make a comment  

Thursday, January 26, 2006
Memaknai Hijrah

Ketika Sayidina Abu Bakar berhijrah

 Keluar dari kota Mekkah

Ditemani oleh Rasulullah

Moga Allah memberkatinya

Allah menjamin memeliharanya

Sayidina Ali tebusan kepadanya

Tanpa disadari musuhnya

Salawat ke atas Baginda

..

(Nasyid Al hijrah, Raihan)

Setiap menyambut pergantian tahun, banyak yang menaruh harapan. Tahun baru diharapkan memberikan perbaikan dan keuntungan. Dan untuk memperingati tahun baru hijriah ini, biasanya beragam model dan acara digelar sesuai dengan tradisi maupun yang dikemas dalam gaya masa kini (komteporer). Ada yang berpawai keliling kampung, mengadakan pengajian umum, talk show, dan sebagainya Bahkan tak jarang juga yang mempercayai bulan hijriah sebagai bulan yang mempunyai nilai "keramat".Bulan suci dan bertuah yang berpengaruh magis ataupun psikologis.

Tahun hijriah merupakan tahun yang diangkat dari hijrah nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah yang punya makna mendalam, dimana dalam kisah dahulu, yaitu ketika Allah SWT memerintahkan kaum muslimin untuk berhijrah..Cobaan berat yang dihadapi para sahabat Rasulullah semasa di Mekkah berupa gangguan, penyiksaan, cacian, dan penghinaan dari kaum musyrik, juga saat mereka harus meninggalkan tanah air, harta kekayaan, rumah dan keluarga. Para sahabat dengan setia dan ikhlas kepada Allah menghadapi cobaan tersebut.

Semua penderitaan dan kesulitan mereka hadapi dengan penuh kesabaran. Bagaimana halnya para penduduk Madinah yang telah memberikan perlindungan dan pertolongan pada mereka? Sesungguhnya mereka telah menunjukkan keteladanan yang baik tentang ukhuwah islamiyah dan cinta karena Allah. Allah telah menjadikan persaudaraan aqidah lebih kuat ketimbang persaudaraan nasab.

Firman Allah "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kedamaian dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah" (QS Al Anfal 72)

Ada beberapa hal yang bisa kita petik dari peristiwa ini.

1. Kesetiaan dan keikhlasan pada Allah menghadapi ujian Tergambar pada para sahabat yang rela meninggalkan harta benda, kekayaan, dan keluarga demi menyelamatkan agama dan aqidahnya.

2. Selama memungkinkan, sesama kaum muslimin wajib memberikan pertolongan Sekalipun berlainan negara dan bumi. Para imam dan ulama sepakat bahwa kaum muslim, wajib menyelamatkan orang-orang muslim yang tertindas, ditawan, dianiaya dimana saja berada.

 

Pemuda dan Hijrah

Membuka kembali catatan shirah yang memuat momentum besar tentang hijrah ini, ada banyak kisah-kisah "pemuda" yang berkaitan dengan hijrahnya Rasulullah SAW. Siapa sajakah mereka yang punya andil besar dalam peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW? Berikut ini adalah sebagian kisah-kisah mereka.

Pertama ada kisah Ali bin Abi Thalib yang merelakan dirinya menggantikan Rasulullah dengan menempati tempat tidur Rasulullah untuk mengecoh orang-orang musyrik.Padahal dia tahu betul bahwa taruhannya adalah nyawa. Juga menggantikan Rasulullah SAW dalam mengembalikan barang-barang titipan yang dititipkan pemiliknya kepada Nabi SAW.

Kedua kisah Asma binti Abi Bakar r.a. Ia harus berjalan sendirian dihari yang gelap untuk menghindari pengamatan orang-orang Quraisy. Diapun beresiko tertangkap orang-orang Quraisy yang selalu memburu Rasul dan sahabatnya. Namun demi Islam, demi keselamatan rasul, demi keselamatan sahabatnya dan demi keselamatan manusia ia tekuni pekerjaan yang penuh resiko ini betapapun muda usianya.Bahkan saat Rasul dan Abu Bakar membutuhkan dua tali pengikat, ia merelakan sebagian dari selendangnya untuk dibelah menjadi dua bagian, agar bisa dipakai sebagai tali oleh Rasul. Karena inilah dia mendapat gelar Dzatun-Nithaqain.

Ketiga adalah kisah Abdullah bin Abu Bakar yang mondar-mandir antara gua Tsur dan Makkah mencari berita dan mengikuti perkembangan, kemudian melaporkannya kepada Nabi dan ayahnya. Sehingga meski berada di persembunyian, Rasul dan Abu Bakar tetap mengetahui secara persis apa yang terjadi disekelilingnya. Abdullah ibarat Koran atau media online yang di uptodate secara intens, sehingga strategi Rasul tidak pernah meleset atau salah, sebab data yang didapat selalu akurat.

Keempat kisah adalah Amir bin Fahirah, pembantu Abu Bakar. Setiap hari dia harus membawa kambing-kambing piaranya ke arah bukit Tsur guna menghapus jejak-jejak kaki Asma dan Abdullah saat mereka pergi ke gua Tsur, juga ketika mereka pulang kembali dari sana.

Ini barulah sepenggal kisah-kisah hijrah, kisah dari penggalan atau episode perjalanan dakwah Islam. Kisah yang hanya ada dalam sejarah dakwah Islam. Kisah yang sangat luar biasa, sehingga Umar bin Khathab menetapkannya sebagai penanggalan Islam. Oleh karena itu, marilah kita mendidik diri kita, karena siapa tahu Allah SWT menjadikan lewat tangan kita sejarah baru, sejarah kejayaan Islam dan kaum muslimin. (Aridaistia, berbagai sumber)

 


Posted at 05:05 pm by sausanarida
Make a comment  

Be a creative moslem

Bukanlah merupakan sesuatu yang baru bagi seseorang jika dia dapat menemukan sesuatu atau memperoleh sesuatu yang baru dalam bidang tertentu, karena dapat dipastikan seseorang telah melihat banyak penemuan dalam berbagai aspek kehidupan yang berbeda. Dimulai dari penggunaan batu dalam pembuatan senjata kini berubah dengan menggunakan tenaga nuklir. Dari penemuan kereta dan penggunaan binatang tunggangan sebagai alat transportasi hingga penggunaan pesawat jet. Kemudian dari rumah dalam gua sampai gedung-gedung pencakar langit seperti menara kembar di Kuala Lumpur yang tingginya 452 meter, Burjul Arab yang kini tengah diselesaikan pembangunannya oleh UEA, mempunyai tinggi 700-800 meter. Tak ketinggalan Kuwait, negeri kecil di ujung teluk yang akan membangun gedung setinggi 1001 meter.

Setiap pekerjaan baru yang dapat dilakukan oleh setiap orang baik besar atau kecil itu disebut dengan kreatifitas. Memang kreatifitas tidak memiliki batasan, wilayah, dan ujung. Kreatifitas merupakan salah dasar kehidupan. Seandainya tidak ada kreatifitas, kita tidak dapat mandiri, maju atau sampai pada dunia luar yang mengelilingi kita.Dengan kreatifitas manusia dapat menghindarkan dirinya dari kejenuhan, sehingga segala sesuatu bisa jadi lebih berkembang, bervariasi serta kaya pengalaman..

Bicara kreatifitas, kita bisa juga belajar pada sejarah. Pada kisah sahabat Rasulullah SAW yang kreatif.

Adalah Ja'far bin Abi Thalib salah satunya. Allah mengaruniakan padanya berupa hati yang tenang, akal pikiran yang cerdas, jiwa yang mampu membaca situasi dan kondisi serta lidah yang fasih. Kisahnya sangat monumental. Bagaimana tidak? Dia yang masih muda sangat kreatif mengolah kata saat melakukan diplomasi dengan Raja Najasy di Habasyah (sekarang Etiopia). Kemampuannya mengkreasi kata mampu melunakkan Raja Najasy sehingga ia masuk Islam. Dia sama sekali tidak terpengaruh tidak terpengaruh atau terpancing oleh provokasi yang dilakukan oleh Amr bin Ash ( sebelum masuk Islam), utusan kafir Quraisy. Utusan itu telah menyiapkan banyak sekali hadiah demi suksesnya diplomasi mereka.

Kemudian Salman Al Farisi dengan idenya yang sangat luar biasa saat menghadapi perang Khandaq melawan pasukan Quraisy dan sekutunya. Dia mengajukan suatu usul kepada Rasulullah yaitu suatu rencana yang belum pernah dikenal oleh orang-orang Arab dalam peperangan mereka selama ini. Rencana itu berupa penggalian khandaq atau parit perlindungan sepanjang daerah terbuka keliling kota. Demi menghadapi hal yang tidak diduga sebelumnya, pasukan Quraisy dan sekutunya merasa terpukul, ditambah ahzab dari Allah dengan mengirimkan angin topan yang memporak-porandakan kemah dan tentara mereka. Akhirnya mereka pulang dengan membawa kekalahan yang pahit.

Kisah di atas adalah sebagian dari banyak kisah sahabat yang kreatif dalam perjuangan mereka menegakkan dienul Islam. Kita bisa memetik hikmah dari kekreatifan mereka agar dapat mengembangkannya di masa kini.

Sekarang, bagaimanakah cara mengembangkan kreatifitas? Untuk mengembangkan kreatifitas, maka kita harus tahu terlebih dulu tentang ciri-ciri orang kreatif. Orang kreatif menurut Amal Abdussalam Al Khalili adalah:

1. Mampu mencipta dan memberi solusi sesuai dengan pikiran yang terbuka

2. Memiliki kemandirian yang tinggi dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.

3. Selalu berusaha dan konsisten dengan pemikiran baru.

4. Keuatan indra kelima dan kecepatan merespon sesuatu disertai dengan kerja yang sungguh-sungguh.

5. Mampu menjaga rahasia inovasi.

 

Sedangkan menurut David Campbell P.hd, kreatif yaitu:

a. Convergent thinking ( memiliki kemampuan berpikir dari segala arah

b. Divergent thinking (memiliki kemampuan berpikir ke segala arah)

c. Conceptual flexibility (tidak bersikap kaku)

d. Memiliki kemampuan berpikir orisinil dan keluar dari pakem yang ada

e. Menyukai complexity (komplesitas) daripada simplicity (yang sederhana)

f. Suka berada di lingkungan orang-orang yang punya keahlian

g. Multiple skill (memiliki banyak minat dan kecakapan dalam berbagai bidang)

h. Capacity for hard work (memiliki kemauan kerja keras)

i. Independent judment (memiliki kemandirian yang tinggi dalam mengambil keputusan)

j. Memiliki selera humor yang tinggi serta kaya fantasi.

Kalau melihat ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, nampak bahwa setiap orang sebenarnya mempunyai kreatifitas. Tetapi setinggi apa kapasitas dan kadarnya, semua tergantung kepada diri masing-masing.

Dan sebagai generasi pewaris negeri Islam, sudah seharusnya kita segera meng upgrade segala kemampuan, agar dapat membumikan Islam di muka bumi ini dengan segala apa yang kita miliki. Karena itu wahai saudaraku berkreasilah untuk agamamu!

Pancang tekadmu

jangan mudah mengeluh

Pastikan azzam-mu smakin meninggi

Kejayaan Islam bukanlah Sekedar mimpi

Namun janji Allah yang Haq dan pasti..!

Yakinlah wahai saudaraku..

Kemenangan kan menjelang

.

(Jalan Juang, Izzis)

 


Posted at 05:03 pm by sausanarida
Make a comment  

Sunday, January 22, 2006
Belajar Strategi dari hal kecil

Heran ya dengan judulnya? Aku sendiri juga heran kenapa hasil tulisanku seperti ini. Tapi mungkin ada yang bisa diambil manfaat dari tulisan ini. Mudahan.

 

Terasi. Tahukan? Warnanya coklat kemerahan, kadang ada yang agak kehitaman. Kata buku pintar tergantung bahan pembuatnya. Kalau benar-benar udang asli hasilnya kemerahan. dan bila terbuat dari kepala ikan yang dicampur udang bisa menjadi agak hitam. Ah! apapun bahannya bentuk akhir namanya tetap tak berubah. Eerasi. tinggal menambahi kata belakangnya, seperti terasi udang Madura, terasi udang asli Sidoarjo, terasi udang enak..oops! Ini mah lain he.he

 

Sekarang tentang rasa, ada yang bilang terasi udang asli rasanya maksimal, harganyapun mahal. sekotak keciil bisa lima ribu rupiah bahkan ada yang bilang lebih. Dan itu bisa buat dua tiga kali masak. baunya khas. Udang. Sedang terasi biasa rasanya entah, dengan harga seribu rupiah saja akan dapat sekotak lumayan besar. Cukuplah untuk masak sambal selama seminggu lebih. Tapi..semua tergantung orangnya. Suka makan sambel terasi tiap hari tidak?..

 

Bicara tentang sambel terasi , Aku punya kisah unik. keluargaku termasuk penggemar berat sambel terasi. tiap hari dimeja makan selalu tersedia sambel terasi. Tak ketinggalan lalapan yang terkadang metik sendiri dikebun. Hmm sungguh nikmat, apalagi dengan ikan asin goreng atau bakar, malah menambah kenikmatan tersendiri. Alhamdulillah. Tiap pulang kampung menengok orang tua , pastilah menu selama tinggal dirumah adalah tak jauh dari ikan asin, sambel terasi, lalapan he.he. Herannya aku tak pernah bosan. Tidak tahu lagi ya? Apa karena terpaksa.. soalnya jarak rumah dan pasar lumayan jauh.

 

Nah! saking gemarnya aku sama si merah ini, pas aku akan berangkat ke Jepangpun ibu tak lupa menyelipkan sebungkus besar yang beratnya kira-kira sekilo kedalam tasku. Tentu saja aku kelabakan. Aku hanya ingin  membawa sedikit saja sebenarnya. Karena aku tahu kemungkinan kecil untuk bisa masak sambal terasi yang baunya bisa bikin polusi itu. namun apa boleh buat disamping ingin@menyenangkan hati ibu, aku ternyata tak tahan membayangkan hidup tanpa sambel terasi he.he. Akhirnya dengan berbagai cara kubungkus itu terasi dengan berlapis plastik dan kumasukkan kotak serta kubungkus kertas kado motif batik. Dan aku sudah menyiapkan jawaban kalau diBandara Narita, Tokyo nanti ditanya, akan aku jawab omiyage desu!

 

Perkiraanku tak meleset. Saat akan keluar dari Bandara Narita, satu persatu barangku diteliti. Karena semua "benda-benda" unik macam bumbu dapur termasuk terasi dan sebagainya aku bungkus pakai kertas kado, saat operasi semua bebaaas. Aku geli kalau ingat itu. Seminggu sebelumnya kepalaku pening memikirkan bagaimana cara meloloskan barang "unik" ini di Bandara Narita. Kata seorang teman kalau ada barang yang mencurigakan pasti akan diambil dan dibuang. Susah juga kan? Kalau bisa lolos di Jakarta tapi tidak lolos di Jepang.

 

Bebas di bandara belum bisa bebas memasaknya. Pertama memasaknya saat ramadhan tahun lalu, saat itu ada acara buka bersama dengan mahasiswa indonesia di komaba. Semua dibagi tugas agar membawa makanan saat buka bersama. Maklumlah biaya hidup di Tokyo sangat tinggi. Jadi ada yang nyediakan nasi, sayur, ikan, dan lauk lainnya. Ada ikan goreng pikiranku langsung ingat terasi. Wah..asyiik kalau ada sambal terasinya. Aku pun membuat sambal terasi semangkok besar tanpa ada yang protes polusi bau. Alhamdulillah, karena kebetulan waktu itu orang-orang asrama sedang masak besar di dapur utama. Karena itu polusi tak sampai ke hidung mereka. Cuma mahasiswa asing yg tinggal di lantai atas semua pada mengendus kayak kucing he.h..cueklah! selama tidak ada peringatan dari pihak asrama..kerja masak sambal jalan teruuus..

 

Sukses di pertama tidak menjamin di selanjutnya. suatu siang bolong, aku dan teman dari yogya ingin makan sama sambal terasi. Pada waktu itu asrama sedang sepi. Setelah habis belanja ke supermarket Seiyu, kami berdua langsung tancap gas masak sambal..dan ketika asyik menikmati bau sambal yang masih ada di penggorengan sambil tertawa senang, tiba-tiba pintu dapur terbuka brak! Kusaaai!! bau apaan nih!! seraut wajah galak orang jimushitsu (TU) muncul. Kami berdua kaget. Namun saling melirik untuk pura-pura tidak tahu. kami biarkan dia sesaat mengendus mencari asal bau itu. Sampai akhirnya tiba diatas wajanku. "Apa ini?? udang!" jawab temanku. "Udang kok kusaai!Mmasakan indonesia seperti ini ya..??" Tanya ibu itu. "Tidak.." jawab temanku santai. Aku sudah tak berkutik ketakutan. "Ini kan udang dibusukkan!" Jelas temanku tadi."Haaah?? udang dibusukkan??" Dia heran. "Ya samalah seperti susu dibusukkan jadi keju itu lho?" temanku terus nyerocos menyelamatkan diri.

 

Sejak itu kami tak berani masak sambal terasi. Ada peringatan tak boleh bikin polusi. Tetapi dua hari yg lalu aku sukses berat..tanpa ada yg komplain bisa makan sama sambel terasi dengan tenang, ....hmmm enak. Caranya?? Ingin tahu ya? Rahasia dong! He he Intinya ternyata kita harus punya strategi dan ilmu siasat dalam menghadapi apapun. Meskipun itu sesuatu yang sepele menurut kita.

 

Waah! Apa hubungannya dengan terasi ya? Ada komentar?

 


Posted at 04:57 pm by sausanarida
Make a comment  

Previous Page Next Page