Teguhlah bila engkau ingin teguh,
Usah melenguh dalam sesalan takdir
Tangis, airmata yang keluar takkan ada artinya
Bagimu, bagi orang yang melihatmu.
Ah! mereka memang hanya ingin menonton penderitaan
Rekahan tanah, tak sempat mereka artikan duka.
Buktinya..?
Mereka berbondong-bondong melihatmu
sebagai pesakitan yang menunggu palu hakim.
Tetapi bukan karena itu engkau tegar bukan?
Engkau yang ditakdirkan lahir ditanah jawa
siap "nedho nrimo ing pandum"
membangun jiwamu kuat di gemulainya kebiasaan.
Aku tahu, itu bagian dari sebabnya.
Wahai saudaraku,
himpitan coba, tak membuat puruk
Iman satu kata, bukti nyata
Bahwa engkau mampu bangkit
bergerak dan terus bergerak!
Dan bukan puruk yang tersisa
Bangkit! Bangkit! Bangkit!
Yakinlah Allah bersamamu.
toek saudaraku di tanah gempa
ketintang, 2 juni
Posted at 02:29 pm by sausanarida