Jinsei ga Utsukushiii
 



.....barangsiapa yang melalui jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan melewatkannya pada satu jalan dari jalan-jalan ke surga....HR Ahmad

   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



komunitas muslim blogger



nengok cerita bro and sist:

Abhiray
Achdaf
aridaistiarti
Alif
Arul
arjit
Adiono
Aann
alfa
Aal
rahman
Ay
Assa
Ayunda
Ayyesha
Bidadari mungil
benny
calie
dee! alias cyberdee
Denny
Dina
Dini
elah
edhipur
Faid
gaw
Honey
Hanum
Hany
Hyoutan
IdE
chandra
iman
Ime
Ivandinita
Kangmas Anom
kean
Kenzo
arie
linda
Muhandis
Mpit
Mursyd am
Mr^x
chik
oyo
renny
ryka
Rita
rommy
septina
Sistha
sinai
tyo
Unotlon
ummunida
ummuthoriq
uNisA
Verry
Yentri
Yusi
Berita Islam terkini
Boemi-Islam
Indonesia Muslim Bloger



Tentang Diriku

Namaku Arida Istiarti, arek jawa timur. kerjaan ngajar di smu islam punya Yayasan Pendidikan Ma'arif Sepanjang Sidoarjo East Java. saat ini sedang dapat rejeki belajar ke negeri Momiji tepatnya di Tokyo University of Foreign Studies. Bu guru lagi mimpi di jepun he he. mudahan barakah setiap langkah.

Keinginan hati yang terpendam adalah jadi bidadari bumi sebelum surga. Juga pengin bisa apa saja biar dapat manfaat bagi ummat. hingga kayak rasulullah yang insyaAllah tidak pernah berkata "tidak" bila ada yg minta tolong padanya. Ketinggian enggak keinginanku?? semoga Allah mengabulkan amiin

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Sunday, October 29, 2006
Pestanya Bubar: Memakna Lebaran

Tak terasa lebaran telah tiba. Setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa ramadhan. . Dan apakah yang sudah kita dapat dari itu? Merasa bebas dari "ujian berat" selama sebulan? Atau kita merasa kehilangannya saat harus berpisah dengannya? Semua tergantung bagaimana kita memaknainya. Karena tak semua orang mampu menangkap makna hakekat yang sebenarnya tentang lebaran. Padahal tanpa kemampuan menemukan makna, segala tindakan kita akan menjadi sesuatu yang teknis, ritual, dan administratif. Banyak orang yang shalat, mengaji, dan berpuasa tapi tak memahami maknanya. Semua dilakukan secara otomatis, tanpa pemikiran, apalagi kesadaran. Kebiasaan membuat kita merasa tak nyaman kalau belum melakukannya. Kita baru merasa nyaman setelah shalat karena kewajiban kita sudah tertunaikan. Membuat kita tak jauh berbeda dengan robot. Lebaran di negeri kita bisa diibaratkan sebagai sebuah 'pesta'. Sesuai dengan arti lebaran yang dalam bahasa Jawa berarti bubaran. Menandakan kewajiban sudah usai atau bubar. Kita merasa bebas lepas dari 'ujian berat' selama sebulan penuh. Karena itu perlu dirayakan dengan "pesta". Kita saling mengunjungi dan 'memohon maaf' kepada setiap orang yang kita jumpai. Dimeriahkan pula dengan baju-baju baru beraneka rupa. Belum acara-acara live dari para artis makin menambah kejelasan "pesta" kita. Pun tradisi mudik lebaran yang lebih sering hanya diartikan sebagai bentuk silaturahim dan kegembiraan. Padahal, mudik memiliki makna yang amat dalam. Mudik sebenarnya mencerminkan kerinduan manusia yang luar biasa pada asal muasalnya, pada tanah kelahirannya. Dan, karena asal muasal kita yang hakiki adalah Tuhan, maka mudik ini sebenarnya hanya lah sebuah bentuk kecil dari kerinduan kita yang luar biasa kepada Tuhan. Dan pada gilirannya nanti, kita pun akan melakukan 'mudik' yang abadi ke hadirat Ilahi. Tetapi tanpa kita sadari, kita juga merayakan 'kemenangan' kita dengan 'kekalahan', antara lain dengan makan dan minum terlalu banyak. Sebagai "balas dendam" selama ramadhan merasa makan dan minum terkekang. Sehingga tak heran kalau pada masa Lebaran banyak yang "overdosis" dan banyak dokter yang kelimpahan pasien dengan keluhan sakit perut, diare, maupun sembelit. Menengok kembali ke bulan ramadhan. Ibadah puasa adalah suatu bentuk pelatihan, bukan ujian. Tak hanya melatih fisik , tetapi puasa juga melatih mental. Jika ramadhan diibaratkan sebagai sebuah pagelaran seni. Tentu sangat membutuhkan latihan yang sungguh-sungguh. Kemudian , darimana kita bisa menilai bentuk kesuksesan pagelaran seni tersebut? Tentu saja dari saat pementasannya, bukan dari latihannya. Berhasil tidaknya puasa dapat dilihat dari hasil "pementasan" kita setelah kita selesai berpuasa. Berbeda dengan ujian. Dalam ujian diperlukan persiapan mempelajari bahan-bahan yang akan diujikan. Terkadang kita mengeluh capek, karena harus mempelajari maksimal bahan ujian. Dan ketika ujian selesai, apa yang kita lakukan? Plong! Hati lega karena telah lepas dari ujian. Plus bergembira ria sebab tak perlu lagi belajar. Game over. Sehingga tak aneh , selama puasa masih dianggap sebagai ujian, selama itu pula perilaku kita tidak berubah. Kita hanya berusaha menjadi "baik" ketika bulan ramadhan. Selebihnya kembali ke posisi semula, dimana kita merasa bias berbuat "semau gue" karena tak ada kekangan. Karena itu saudaraku, lebaran bukanlah suatu rutinitas semata. Lebaran punya makna lebih luas dari sekedar perayaan atau pesta. Tergantung kemampuan kita untuk menemukan makna yang hakiki dibalik lebaran. Sebab selama kita tidak memiliki kemampuan untuk menemukan makna yang benar dari apa yang kita lakukan, selama itu pula pertumbuhan dan perkembangan kita sebagai manusia paripurna akan terus mengalami hambatan. Semoga kita bisa menggelar pementasan yang lebih indah di atas panggung pagelaran seni kali ini. Dan biarkan pestanya bubar…(berbagai sumber) Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin Aridaistia Studio 1 Radio Tarbiyah Surabaya, 29Ramadhan 1427 H

Posted at 09:43 am by sausanarida
Make a comment  

Wednesday, July 05, 2006
Clouds on Narathiwat 1

...........
Tak Bai, 1 August 2004

Meena..
There is good news, my daughter..
Alhamdulillahu, your brother , Hussein, had proposed our neighbour Mariam, last week before ramadhan. InsyaAllah at the beginning of december he would have married with her.

That time, I hope you can come. Is it usually you are in holiday, aren't you? If you have time, please you attend in your brother's wedding ceremony. Mother just wants all of our family gather.

By the way.. How was mother's question in the previous letters? Have you thought? He is your brother's friend. When you were coming home two years ago, you met him, didn't you?

Meena...
Your brother knows him well. that's why mother doesn't doubt again if you get marry with him. maybe the ceremony will hekd together. Oke.. now make be sure your heart. Thus month is good month. This is still ramadhan. Please you pray for the best your choice. Mother's pray always be with you.
..............................


I read mother's letter many times. Ahmeed, the name of Hussein's friend, I knew him. He is Hussein's mate in communication departement of Narathiwat University. Activistin one of Islam Youth organization's in Pattani.

I often read their activity in magazine and newspaper, also in television. They often against the gouverment policy. Wich is always discriminated us. The minority of muslim in Thailand form 95 % of Buddha's adherent in my country, Thailand.

Actually, I have ever admired him. But I know it wasn't good to place that feeling I haven't belonged. Now.. my mother's words consider my heart again. Is he for me? I silently for long time sitting on futton to though about that, sice I was wake up.

...........................

to be continued

Posted at 03:11 pm by sausanarida
Comment (1)  

Sunday, June 11, 2006
Pada Seurai Cinta

Tak hanya dalam bayang, Bila engkau menatanya di jiwa Bagi titik-titik yang banyak tercecer Di pelataran jingga dunia Bahwa manusia ada di langit yang sama adalah benar, Bahwa cinta dicipta untuk diburaikan Pada garis vertikal menuju Pencipta Pada garis horinsontal menuju manusia serta lingkarnya Maka biarkan cinta mengalir menembus segala waktu, jarak dan ruang Agar engkau merasa indahnya sebagai pecinta Dan mereka merasa adalah bagianmu. Wahai, cinta seurai usah engkau genggam sendiri Beri sisi lain di segenap hatimu Karna mereka butuh, aku butuh, dunia butuh Hingga kekalah ukhuwah kita Selamanya... ketintang 11 juni kepada pecinta-pecinta, pikirkan saudara di belahan sana

Posted at 07:08 pm by sausanarida
Make a comment  

Saturday, June 10, 2006
Bukan Puruk

Teguhlah bila engkau ingin teguh,
Usah melenguh dalam sesalan takdir
Tangis, airmata yang keluar takkan ada artinya
Bagimu, bagi orang yang melihatmu.

Ah! mereka memang hanya ingin menonton penderitaan
Rekahan tanah, tak sempat mereka artikan duka.
Buktinya..?
Mereka berbondong-bondong melihatmu
sebagai pesakitan yang menunggu palu hakim.

Tetapi bukan karena itu engkau tegar bukan?
Engkau yang ditakdirkan lahir ditanah jawa
siap "nedho nrimo ing pandum"
membangun jiwamu kuat di gemulainya kebiasaan.
Aku tahu, itu bagian dari sebabnya.

Wahai saudaraku,
himpitan coba, tak membuat puruk
Iman satu kata, bukti nyata

Bahwa engkau mampu bangkit
bergerak dan terus bergerak!
Dan bukan puruk yang tersisa

Bangkit! Bangkit! Bangkit!
Yakinlah Allah bersamamu.

toek saudaraku di tanah gempa
ketintang, 2 juni


Posted at 02:29 pm by sausanarida
Make a comment  

Friday, May 19, 2006
Tak Harus

Dalam kehidupan ini, terkadang manusia harus dihadapkan pada kata menerima. "Legawa" dengan apa yang harus kita jalani sebgai hamba Yang Pengasih. Segala sesuatu telah tertulis dalam catatanNya, dan tiada yang bisa merubah kecuali Dia. Dia yang tahu terbaik buat kita. Dalam batasan rejeki, jodohpun kematian. Semua takkan pernah dapat menghindar. Sekuat apapun kita. Sekuasa apapun kita. Kita hanya "ordinary people" di alur yang mesti kita lampaui ini. Tatkala kehidupan menghimpit kita, hanya ada ikhtiar dan tawakal. Senyum kelapangan senantiasa akan menyertai ketika kita berada pada tataran keimanan yang maksimal. Begitu pula sebaliknya. Apa yangs seharusnya kita punya? Sebagai bekal hidup dikelapangan jiwa? Tak ada lain, serta tak bukan hanya satu. Iman. Dengan demikian Tak harus kita bersedih bila ada sesuatu yang kita ingini tidak tergapai. Tak harus menyesal ketika impian kita ternyata bukan milik kita.. Tak harus kecewa saat ada sesuatu hilang dari kita.. Tak harus luka bila harapan tak terwujud... Tak harus ada tanya "mengapa dunia tak di sisiku?" Semua bukan milik kita. Titipan sementara yang harus selalu kita jaga karena dia adalah amanah. Amanah yang mesti kita pertanggung jawabkan kelak dihadapanNya. Pun amanah sebuah hati yang semestinya selalu kita "keep" dari segala sesuatu yang mengotori. So, tak perlu resah. You are never alone... pikirkan itu.

Posted at 11:35 am by sausanarida
Make a comment  

Sunday, May 14, 2006
Membangun Motivasi Diri, Menuju Sukses Hakiki

Apa sih motivasi itu? Nurut aku sih.. motivasi itu adalah apa yang menggerakan kamu berbuat sesuatu. Sesuau itu bisa baik , juga buruk. Semua tergantung yang menggerakkan alias kamu sendiri. Kalo nurut Alay Mc Ginnis dalam motivasi itu termuat unsur psikologis, yaitu kompleksitas dari inspirasi dan semangat. Sedang Jalaludin rahmat mengatakan bahwa daya tarik motif itu ibarat mata panah dan emosi adalah busurnya, maka mata panah itu bergerak tegantung emosi yang terjadi dalam manusia itu sendiri. Terkait dengan hal ini, motivasi dipengaruhi oleh dua faktor: yang pertama faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam (emosi)misalnya hasrat diri, rasa suka, rasa benci, energi dan lain-lain. Sedangkan yang kedua faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu. Biasanya faktor ini dipengaruhi oleh lingkungan. Seperti lingkungan keluarga, teman dan sebagainya. Sebagai umat terbaik yang diciptakan Allah SWT dimuka bumi ini, tentu kita ingin meraih surga yang dijanjikan Allah kepada kita. Hanya adakah motivasi untuk meraih semua itu? Sedang kita berada di alam dunia fana ini, yang penuh dengan tipu daya. sehingga kadang kita begitu sering terpedaya karenanya. Karena itu kita mesti punya visi, misi, startegi dan aksi/cara hidup untuk bisa menuju sukses hakiki. Apakah itu? Visi, misi, strategi serta cara hidup kita sebenarnya telah ada semuanya dalam Umul Kitab yaitu Surah Al fatihah. Visi kita adalah Allah, Misi kita adalah Beribadah, strategi kita meraih surga adalah menempuh jalan yang lurus serta aksi/cara hidup kita adalah mencontoh orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah dan bukan meniru orang-orang yang dimurkai Allah. Inilah landasan kita meraih surga. Wahai teman sudahkah termotivasi buat membangun diri, menuju sukses hakiki. Inspired by Inspiring Qur'an (MAPPING) Heru SS M.T

Posted at 08:32 pm by sausanarida
Make a comment  

Menulis untuk Dakwah

Menulis untuk dakwah? Duh! Rasanya ini terlalu berat buat aku yang penulis pemula. Boro-boro dakwahin orang, diri sendiri saja banyak gak benernya he he. Tapi kalo boleh diganti , aku lebih suka digant dengan "Menulis tuk Ngomporin". Ya kan kerjaan sekarang tukang kompor. Tukang kompor FLP surabaya, agar mau giat menulis dan menulis dan menulis. Tentu gak asal menulis lho? Tapi menulis sesuatu yang bisa mencerahkan umat. Nulis apa saja deh, yang penting bisa bikin dunia cerah. Entah nulis kata-kata pelecut diri, ataupun tulisan yang lebih rumit lagi macam cerpen, novel, artikel, opini dan lain-lain deh. Kenapa rumit? karena butuh modal semngat besar untuk pede, selain itu mesti sabar mengasah dan tentu gak ketinggalan mesti banyak membaca. Ini yang kukira penting buat dipikirkan. Padahal tak ada satu penulis besarpun di dunia ini yang bisa berhasil secara instan. Mereka semua selalu bergelut dengan proses yang tiada henti. mereka punya sesuatu yang harus diperjuangkan. Mereka punya idealisme yang menjadi penggerak, penggerak yang nyalanya tak pernah padam. Memang kita belum bisa menjadi penulis sekaliber Ibnu Katsir yang mampu menulis berjilid-jilid kitab -kitab tafsirnya. Atau seperti Imam Al Ghazali yang bisa melahirkan karya fenomenal Ihya Ulumiddin. Tetapi cukuplah kita bisa belajar menyampaikan walau satu ayat. Seperti yang telah diajarkan Rasul kita " Ballighu anni walau ayah". Karena siapa tahu dari yang satu mampu mencerahkan sekian banyak orang. Dari yang satu mampu menggerakkan kita berbuat lebih bnayak dan manfaat. Bukankah berawal dari kata peristiwa besar bisa terjadi? Berawal dari kata perubahan mengejutkan bisa mengguncang hati? Berawal dari kata pula seseorang yang keras lunak hatinya? Sebaliknya orang yang baik-baik bisa berubah menjadi orang yang rusak karena mendengar, mencerna, atau membaca tulisan yang hati dan pikiran? Negara Yahudi Raya Israel barangkali tidak akan pernah ada, seandanya seorang Benyamin Se'eb alias Theodore Herzl tidak menulis sebuah buku tipis yang berjudul Der Judenstaat (the Jewish State). Bersama karya fiksinya yang berjudul Altneuland (Old New Land) buku ini menginspirasi jutaan orang Yahudi untuk mendirikan Negara israel dengan merampas hak-hak saudara kita di Palestina. Apakah kita akan diam saja? Nah sudah saatnya kita menulis, saatnya kita menyampaikan untuk perubahan. Karena setiap tetes tinta seorang penulis adalah darah bagi perubahan peradapan. Maka kita harus memperhatikan bagaimana dan kemana ujung pena akan kita gerakkan. Otre deh.. boleh komen-komen, apakah ini bisa dikatakan menulis untuk dakwah atau enggak...

Posted at 07:30 pm by sausanarida
Comment (1)  

Monday, May 08, 2006
Palestinaaaa!

Langkah ini, langkah -langkah abadi menapak gagah maju tanpa henti... Palestina milik muslim sedunia Yakinlah kemenangan.. Mata ini merembeskan sesuatu. Bukan darah, seperti duka saudaraku di Palestin. Airmata biasa yang mungkin sebentar lagi akan hilang, kering dan pergi. Mungkin hanya ada disaat bersama meneriakkan "Save Palestina!!!!" Stop Kelaparan!!! Big Palestinaaa!!" Namun setelah itu benarkah akan selalu merembes, menetes, mengalir.. saat doa-doaku lantunkan? Ketika kembali berbaur dengan rutinitas, akan gema ini terus membahana? Begitu banyak nikmat dan kemudahan kita terima dibelahan bumi sini, yang begitu berbeda dgn belahan ujung sana. Negeri Palestina. Benarkah sebenarnya engkau, wahai saudaraku di palestin, yang telah ditakdirkan menjadi manusia-manusia kan lebihdulu mencium harum surga? Yang lebih dulu diberi kemudahan bertemu bidadari-bidadari surga? Lantas aku disni bagimanakah? Palestinaaaa!!!! Have noting to say...

Posted at 03:37 pm by sausanarida
Comment (1)  

Friday, May 05, 2006
Tidak Jelas

Sebenarnya kerjaan pastiku apa ya? Aku kalo ditanya seperti ini amat sangat bingung. Guru SMA? itu kerjaan part time. Ngeles privat? itupun mereka yng datang sendiri, padahal aku juga sering ninggal. he he. Guru playgroup? Ini mah pengin belajar dikit, bantu2 ngembangkan sekolah islam. Mudahan bisa manfaat bagi umat. Muridny dah mulai banyak, sekitar 30 an lebih. Terus bgaimana bisa aku bertahan dengan kondisi begini? padahal bila terjun dijlan dakwah harus kaya? Jawabnya satu Allah Maha Kaya, meski aku punya kerjaan yang tak jelas posisinya, insyaAllah aku yakin bisa 'kaya' bersamaNya. Yakin deh! Suer!

Posted at 09:57 pm by sausanarida
Make a comment  

Allahu Akbar

Apa yang harus tak kusyukuri? Bila setiap saat Allah selalu beri cinta untukku. Kasih tak terukur, tak terdeteksi waktunya, tak terjangkau akal, tak.. aku susah nyebutnya. Sejak dulu aku selalu jalani hidup apaadanya. Meski pemberontakan ada saat mata memandang jauh keatas. Namun Bunda selalu mengingatkan bahwa batu sandungan siap menjerembabkan kita bila tak segera mengontrol diri. Sesuai porsi manusia itu diberi. Dan dalam banyak waktu aku memahami. Inilah aku adanya kini. Walau ada saja teman bilang aku makhluk pesimis. Karena sebuah prinsip "Menjalani hidup mengikuti air mengalir" Menjadi guru adalah pilihan. Sebagaimna teman-teman lain memilih menjadi dokter, ahli komputer, dan sebagainya. Konsekuensi semua itu, siap melayani tanpa pamrih dengan nominal kecil. Mesti siap dengan ujian apapun yang terkait dengan kata ikhlas dan materi. Berikut pandangan sebelah mata sodara ataupun teman. Ialah waktu yang kan membuktikan semua kesungguhan, bahkan menghadapkan mata-mata mereka. Setiap kisah haru selalu kutulis dimemori hati. Agungnya Ilahi menjadi bukti bahwa setiap kita pasti ada dalam cintaNya. Pun saat pedih, suka, tertawa, kadang airmata. Dialah tempat kembali. Ah.. kenapa tak bisa menuliskan satu-satu cintaNya, karena begitu banyaknya. Juga kemaren ini, saat hati memendam ingin tahu banyak tentang sesuatu, Allah menunjukkan. Siang itu da telpon untukku. "Bisakah mengisi tempat kosong mengajar di SJS?" Dan hri ini ku memutuskan menerima, dalam hati aku berharap banyak bisa masuk ke TK SJS untuk belajar banyak teknik pengjaran dan kurikulum sekolah, desain serta tetek bengeknya. Ada yng bnayk yang ingin aku pelajari. Saat ini aku mendapat amanah menjadi Litbang LPIT Bee exellent yng gi pusing nyari2 masukan. Ternyata Allah memberiku jalan. Kejadian seperti ini sering aku alami, Alhamdulillah, sering setiap apa yang nyelip dihati Allah selalu memberiku jalan menuju pintu-pintu mana yang harus kubuka begitu cepatnya. Allah Maha Besar! Dan nikmat Tuhan kamu manakah yng kamu dustakan?

Posted at 09:26 pm by sausanarida
Make a comment  

Next Page